Strategi Mitigasi Trust Deficit Dalam Pengelolaan Zakat Digital Melalui Transparansi Teknologi Untuk Kemandirian Ekonomi Umat
Kata Kunci:
zakat digital, kurangnya kepercayaan, transparansi, blockchainAbstrak
Penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat di Indonesia dalam konteks perkembangan pesat digitalisasi keuangan syariah. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah fenomena trust deficit, yakni rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat berbasis digital, khusunya terkait aspek transparansi dan akuntanbilitas. Walaupun sejumlah kajian telah menyoroti digitalisasi zakat dan pemanfaatan teknologi, penelitian secara eksplisit mengintegrasikan isu trust deficit dengan mekanisme transparansi berbasis blockchain masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran blockchain dalam memperkuat kepercayaan publik serta merumuskan strategi mitigasi terhadap trust deficit. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui kajian literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa blockchain memiliki karakteristik transparansi, immutability, dan traceability yang memungkinkan pencatatan transaksi zakat dilakukan secara terbuka, aman, dan dapat dipantau secara real-time. Implementasi teknologi ini berpotensi meningkatkan akuntanbilitas lembaga pengelola zakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik, sehingga mendukung optimalisasi penghimpunan zakat digital dan berkontribusi pada penguatan kemandirian ekonomi umat.
Kata kunci: zakat digital, kurangnya kepercayaan, transparansi, blockchain
